Sabtu, 13 September 2014

Alat Pembakar Sampah 0514

Untuk menjawab persoalan sampah, sejak bulan Mei 2014 saya melakukan inovasi dengan mengupgrade mesin pembakar dalam tungku ciptaan terbaru. Dengan menggunakan mesin ini, tungku saya membakar lebih cepat dan efisien. Bila sebelumnya tungku saya sudah dikatakan efisien, dengan menggunakan mesin baru ini 3 kali lebih efisien. Dengan mesin ini, api dalam tungku lebih optimal. Untuk menyesuaikan hal ini, desain tungku lebih diperkecil. Bila sebelumnya sekitar 2 meteran, sekarang diperkecil sedikit. Kendatipun kecil, namun kapasitas bakar lebih dari tungku sebelumnya.
Mesin baru untuk pembakaran lebih optimal

Beberapa pelanggan diluar kota seperti di Kediri, Bogor (Ponpes Parung), Ponorogo, Madura, Cibubur, Karawang, Serang serta Cilegon telah menggunakan tungku dengan mesin baru ini. Silahkan bagi yang punya tanggungan untuk mengatasi sampah, bisa menghubungi saya dan saya pun siap membantu membuatkan dengan segala biaya ditanggung peminat. Dijamin, permasalahan sampah berhasil tuntas.


Contoh satu dari beberapa pembuatan
tungku baru di Jawa Barat

  

34 komentar:

  1. Inilah cara mengatasi masalah sampah dimanapun adanya banyak sampah untuk meniadakan sampah yg bertumpuk tumpuk,kotor,berbau juga sangat menjijikkan,apa lagi sampek dimasukkan ke sungai,tdk sulit bagi tungku ini dlm memusnahkan sampah yg demikian itu,dimasukkan tungku untuk dibakar dgn tanpa bahan bakar apapun,tdk dgn waktu lama sampah yg samaskali tdk dpt dimanfaatkan yg malahan sgt mengganggu lingkungan menjadi abu dan abunya nyata nyata bisa dimanfaatkan.Kpd pembaca yg kebetulan punya tanggungan mengatasi masalah sampah tdk sulit bila ada minat hubungi sy,dan sy siap membantu membuatkan dgn segala beaya ditanggung peminat,sy tdk menjual dan tdk buka harga sekedar membantu membuatkan aja,Trima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum wr wb... Sy minat bikin alat pembakaran sampah tsb, bila tdk keberatan sy minta no hp nya, dan ini nobhp sy 08122144114 atau email cahyadie195@gmail.com trims wassalam

      Hapus
  2. wow hebat ni mbah,tapi yang penting apakah dapat mendatangkan uang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku setuju penting itu adalah bisa gak dapatkan uang,sekalipun bisa mengatasi masalah sampah 100 bahkan 300% tidak bisa mendapatkan uang apalah artinya.

      Hapus
    2. Yang bilang, pemusnahan sampah tidak menghasilkan uang, karena tak tau jalanya saja bro.
      ini contoh bodoh-bodohan saja :
      buka penampungan sampah sekala RW, terdiri dari 6 RT x 20 KK =120 KK, minta iuran bulanan 10rb / KK, udah dapat 1.200.000 / bulan
      bayangkan bila menangani 4 RW saja, gaji buruh pabrik gak ada apa2nya

      Hapus
  3. kalo itu maksudnya ya udah,sy tak berdoa saja(Ya Allah kuatkanlah aku selalu menerima rizki yg telah engkau pastikan demi keluargaku)Jawaban sy pada panjenengan semua yg intinya uang dan uang saja,saran ku :kerjalah yg baik rizki sdh ada takarannya dan itu manfaatkan semestinya isya Allah tdk bakalan kekurangan.Untuk cara sy dlm mengatasi masalah sampah bisa semua(yg baca)buktikan, perbandengkan dgn cara selain sy punya cara,kebanyakan kan sampah yg msh bisa diolah saja,pada hal sebaliknya bagi sy mengatasi masalah sampah yg sama skali tdk dapat dimanfaatkan,karena sampah yg msh bisa dimanfaatkan kan sdh berjalan mulus tanpa kita singgung.Jadi hasilnya ya jelas cara sy bisa dikatakan 100 persen.

    BalasHapus
  4. kalo itu maksudnya ya udah,sy tak berdoa saja(Ya Allah kuatkanlah aku selalu menerima rizki yg telah engkau pastikan demi keluargaku)Jawaban sy pada panjenengan semua yg intinya uang dan uang saja,saran ku :kerjalah yg baik rizki sdh ada takarannya dan itu manfaatkan semestinya isya Allah tdk bakalan kekurangan.Untuk cara sy dlm mengatasi masalah sampah bisa semua(yg baca)buktikan, perbandengkan dgn cara selain sy punya cara,kebanyakan kan sampah yg msh bisa diolah saja,pada hal sebaliknya bagi sy mengatasi masalah sampah yg sama skali tdk dapat dimanfaatkan,karena sampah yg msh bisa dimanfaatkan kan sdh berjalan mulus tanpa kita singgung.Jadi hasilnya ya jelas cara sy bisa dikatakan 100 persen.

    BalasHapus
  5. Mbah, saya ada masalah dengan limbah bangkai ayam di peternakan.
    Bisa bantu saya ide membuat tungku pembakaran yang tidak banyak asap...

    BalasHapus
  6. Mbah, saya ada masalah dengan limbah bangkai ayam di peternakan.
    Bisa bantu saya ide membuat tungku pembakaran yang tidak banyak asap...

    BalasHapus
  7. Insya Allah,tdk ada yg tdk bisa,soal asap tetap ada,namun upayalah untuk tdk sampek mengganggu lingkungan lainya

    BalasHapus
  8. Mbah, mungkin masalah sampah mudah teratasi dengan tungku ini. Tapi soal asapnya belum teratasi. Ayo mbah ciptakan tungku yang lebih ramah lingkungan ;)

    BalasHapus
  9. Saya membaca komentar2 mulai tahun 2011 di blog Mbah Salikun ini, banyak komentar bernada negatif dan yang dipermasalahkan bukan pokok permasalahanya, ini, itu dan itu...

    Saya lihat foto2 tungku Mbah Salikun , tungku ini pada dasarnya adalah tungku karbonisasi (dipakai dalam pembuatan arang) atau gasifikasi (pembuatag gas methan cara panas), dan memang merupakan tungku logis, teorinya pun ada, bila dikatakan tungku Mbah Salikun tidak diperlukan bahan bakar, memang benar, selama stok sampah terus ada.

    Proses pembakaran dalam tungku Mbah Salikun, terdiri dari 3 proses utama, 1.Oksidasi/pembakaran (pada bagian bawah tumpukan sampah),
    2.Reduksi/pelepasan hydrocarbon (pada bagian tengah tumpukan sampah),
    3.Drying/pengeringan (pada bagian atas tumpukan sampah, dekat pintu pemasukan sampah),

    Sampah, biarpun basah, pasti kering dan setelah turun pasti habis terbakar...
    Untuk asap, komponen terbanyak adalah uap air pengeringan, selebihnya adalah Tar dan Gas Methan.

    Bagi yang ingin menyempurnakan tungku ini (daripada komen negatif saja), dinginkan saja asap yang keluar, bisa pakai pipa2 tipis/ducting, air dan Tar akan menjadi cairan, dan yang tersisa gas methan dan sedikit CO2, bila gas methan banyak, bisa dipakai buat kompor, penganti LPG. Asap pun hilang, masak pun gratis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju dengan pendapat anda. Jika disempurnakan dengan semburan air di akan mengurangi asap yang keluar dari cerobong atas. Gas yang keluar lebih aman.

      Hapus
    2. Setuju dengan pendapat anda. Jika disempurnakan dengan semburan air di akan mengurangi asap yang keluar dari cerobong atas. Gas yang keluar lebih aman.

      Hapus
    3. Setuju dengan pendapat anda. Jika disempurnakan dengan semburan air di akan mengurangi asap yang keluar dari cerobong atas. Gas yang keluar lebih aman.

      Hapus
  10. Benar !!!, tungku ini adalah tungku jenis Gasifikasi, karena sisa pembakaranya abu, dan ukuran cerobongnya lebih besar dari tungku Karbonisasi.

    Dulu pernah coba buat generator / tungku gasifikasi buat gas methan, tungkunya dari drum bekas, gak pernah mati selama ada yang dibakar, memang tidak ada api menyala, tapi bara menyala di bagian bawah

    Kunci tungku jenis ini adalah cerobong asapnya, bila terlalu besar, api yang keluar diatas sampah, bara dibawah tidak terbentuk, sampah basah tidak terbakar.
    bila cerobong terlalu kecil, sampah menjadi arang, tidak habis menjadi abu

    BalasHapus
  11. mbah solikhun mau tanya gmn cara pembuatan utk pembakaran sampah rumahan trus bisa ngk mbah solikhun membuatkan dan berapa biayanya ? mohon di jawab ya mbah dan mudah-mudahan ilmu mbah solikhun bisa bermanfaat buat masyarakat indonesia semuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ukuran kecil ya gak sulit,misalnya 1 m persegi,tinggi 5 m ditambah crobong(crobong tambahan 2 m(rancangan sy yg terbaru)sangat baik untuk lingkungan kecil,soal beaya sebageimana biasa sy tdk buka harga sekedar membantu buatkan,beaya bisa dihitung atau diperhitungkan.

      Hapus
  12. Klau ada yg mau share ilmunya sngat baik...saya pengen buat tp yg portable yg terbuat dari plat baja,melihat kondisi lingkungan sekitar

    BalasHapus
  13. Klau ada yg mau share ilmunya sngat baik...saya pengen buat tp yg portable yg terbuat dari plat baja,melihat kondisi lingkungan sekitar

    BalasHapus
  14. Saya juga beberapa minggu ini berfikir bagaimana sistem pembakaran sampah yang disebut incenerator ini bekerja. Selama beberapa minggu ini saya mencari di youtube tapi semua dengan alat berupa mesin tambahan. Tapi ketika saya mencari digoogle dengan kata kunci teori pembakaran sampah tanpa asap. Saya ketemu blogs pak salikun. Karena hari sudah malam saya baca baca komentar dulu. Besok pagi saya hubungi via tlp bapak salikun. Saya sangat ingin mempelajari teori pembakaran sampah bapak tanpa bahan bakar. Pikiran saya sepertinya sama dengan bapak. Dimana sampah basah berada di bagian atas sampah yang dibakar. Jadi otomatis dalam hitungan menit sampah basah itu akan kering. Dan bisa turun ke tungku berikutknya untuk proses pembakaran. Tapi ada satu bayangan masalah buat saya dilapangan jika itu dilakukan karena asap. Dan saya ada satu teori yang merubah asap itu menjadi embun. Salam dari bali.

    BalasHapus
  15. Saya juga beberapa minggu ini berfikir bagaimana sistem pembakaran sampah yang disebut incenerator ini bekerja. Selama beberapa minggu ini saya mencari di youtube tapi semua dengan alat berupa mesin tambahan. Tapi ketika saya mencari digoogle dengan kata kunci teori pembakaran sampah tanpa asap. Saya ketemu blogs pak salikun. Karena hari sudah malam saya baca baca komentar dulu. Besok pagi saya hubungi via tlp bapak salikun. Saya sangat ingin mempelajari teori pembakaran sampah bapak tanpa bahan bakar. Pikiran saya sepertinya sama dengan bapak. Dimana sampah basah berada di bagian atas sampah yang dibakar. Jadi otomatis dalam hitungan menit sampah basah itu akan kering. Dan bisa turun ke tungku berikutknya untuk proses pembakaran. Tapi ada satu bayangan masalah buat saya dilapangan jika itu dilakukan karena asap. Dan saya ada satu teori yang merubah asap itu menjadi embun. Salam dari bali.

    BalasHapus
  16. sebageimana sdh tertulis sy tdk buka harga,tinggal menghitung harga bahan yg disiapkan,ongkos tukang dan kuli juga tranpotasinya serta pembuatan alat pembakarnya,umumnya bila di wil mojokerto atau sekitarannya,bahan sekitar 5 juta,ongkos buat dan alat pembakarnya 5 juta,bila diluar kota pasti tambah tranpotasinya

    BalasHapus
  17. masalah asap sepertinya tidak terlalu sulit di atasi
    pendinginan sudah cukup untuk menghilangkan asap,

    lihat saja, proses pembuatan asap cair dari batok kelapa, tanpa pendinginan asapnya parah, tapi asap menjadi kondensat dan dihasilkan tar cair saat didinginkan
    tar cair bisa dipakai untuk pengawet ikan,

    bila dari sampah, cukup untuk pengawetan kayu, yang butuh juga banyak

    BalasHapus
  18. Semua yg sdh baca cara sy mengatasi masalah sampah,perlu sdr sdr ketahui bahwa sy sdh bikin lebih dari 400 tungku diberbagei wilayah hampir se Indonesia,dan semua berjalan lancar dan utamanya masalah sampah tuntas.Perhatikan mesin bakar yg sy buat,itulah keunggulannya dpt membakar sampah tanpa bahan bakar apapun sedangkan sampah dengan kondisi basah busuk berbau yg sangat menjijikkan jadi abu.Perlu diingat lagi di Indonesia baru sy yg bikir mesin pembakar tsb,di Luar Negri belum ada,dan pengalaman.sy sdh sering dikunjungi banyak orang bahkan dari Luar Negri yg semuanya penuh keheranan juga kahum dan percaya setelah melihat lansung kenyataan,maka dari itu sering sy katakan masalah sampah yg terus menerus begitu dan begitu saja,sy anggap KETINGGALAN KERETA mengatasi masalah sampah tdk seperti yg sy punya.Kritikan juga banyak sy terima,itu wajar tetapi yg katanya sampah tdk boleh dibakar,sy mesti jawab baca undang undangnya yg jeli,disitu bukan berarti sama skali tdk bioleh bakar sampah.

    BalasHapus
  19. Minta no kontaknya pak?terimakasih

    BalasHapus
  20. Salam hangat Pak Salikun,
    Semoga Allaah membalas kebaikan bapak dengan balasan yang berlipat ganda serta barokah ilmunya.
    Kalau boleh saya dikirimi gambar desain dalam tungkunya Pak, saya masih penasaran dengan penempatan besi-besinya itu. matur suwun
    fauzi_nwr@yahoo.com
    fauzianwar@gmail.com

    BalasHapus
  21. Incenerator
    Walaupun demikian pelik, tetapi memusnahkan sampah dengan membakar menggunakan incinarator bukanlah solusi yang tepat, bahkan sangat membahayakan kelangsungan kehidupan. Banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh incinerasi sampah dibandingkan manfaat yang dihasilkannya. Memang secara kasat mata volume reduksi yang dihasilkannya sangat menjanjikan, dari segunung sampah padat dapat menjadi hanya beberapa karung abu. Tetapi ada hal yang tidak kasat mata dan dapat dibuktikan secara kimiawi dihasilkan pada proses pembakaran sampah. Banyak senyawaan kimia sangat beracun terbentuk pada proses pembakaran sampah yang tidak terkontrol, apalagi jika sampah yang dibakar adalah sampah yang heterogen, belum lagi ditinjau dari segi ekonomi dan dampak sosialnya.













    • Pencemaran Dioksin dan Furan



    Hasil emisi yang paling berbahaya pada pembakaran sampah heterogen ialah terbentuknya senyawa dioksin dan furan. Dioksin dan furan adalah sekelompok bahan kimia yang tidak berwarna dan tidak berbau. Dalam molekulnya mengandung atom karbon, hidrogen, oksigen dan klor. Dioksin terdiri dari 75 senyawaan kimia yang dibedakan oleh posisi dan jumlah atom klornya, sedangkan furan terdiri dari 135 senyawaan.


    Dioksin dilingkungan dapat bertahan dengan waktu paro (waktu yang diperlukan sehingga jumlahnya tinggal separonya) sekitar tiga tahun, tetapi akibat yang telah ditunjukkannya karena masuknya dioksin dalam rantai makanan sangat mengerikan. Pengaruh dioksin pada manusia telah banyak menjadi perbincangan dalam dua dekade terakhir, bukan karena kesabilan dari dioksin tetapi disebabkan karena dioxin itu adalah suatu racun yang sangat kuat. Dioksin saat ini dipercaya sebagai senyawa yang paling beracun yang pernah ditemukan manusia, karena dapat menyebabkan kerusakan organ secara luas misalnya, gangguan fungsi hati, jantung, paru, ginjal serta mengganggu fungsi metabolisme dan menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. Pada percobaan terhadap binatang di laboratorium, dioksin menunjukkan carcinogenic (penyebab cancer ), teratogenic (penyebab kelahiran cacat) dan mutagenic (penyebab kerusakan genetic). Dari seluruh golongan senyawa dioksin yang paling beracun ialah senyawa 2,3,7,8-Tetra-Chloro-Dibenzo-para-Dioxin atau disingkat 2,3,7,8-TCDD yang menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) mempunyai nilai tingkat bahaya racun (TEF/Toxic Equivalency Factors) adalah 1 (satu) dan ini merupakan nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan Strychnine (racun tikus) hanya 1/2000 dan Sianida (banyak digunakan untuk meracuni ikan) yang hanya 1/150.000.
    Dioksin merupakan jenis gas yang sangat beracun yang dapat memicu pertumbuhan kanker dalam sel tubuh manusia. Pengaruh dioksin pada manusia telah banyak terjadi karena kestabilan dari dioksin tetapi disebabkan karena dioxin itu adalah suatu racun yang sangat kuat.

    Dioksin saat ini dipercaya sebagai senyawa yang paling beracun yang pernah ditemukan manusia, karena dapat menyebabkan kerusakan organ secara luas misalnya, gangguan fungsi hati, jantung, paru, ginjal serta mengganggu fungsi metabolisme dan menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. Pada percobaan terhadap binatang di laboratorium, dioksin menunjukkan carcinogenic (penyebab cancer ), teratogenic (penyebab kelahiran cacat) dan mutagenic (penyebab kerusakan genetic).


    Pembakaran yang tidak sempurna (400-600 o celcius) yang menyebabkan terbentuknya senyawa dioksin. Senyawa ini dapat terbentuk pada pembakaran dengan temperature yang rendah.


    Kejadian masa lalu yang menyebabkan manusia terpapar oleh dioksin adalah kasus Orange Agent (yang terkontaminasi dioksin), yaitu herbisida yang digunakan oleh tentara Amerika pada perang Vietnam untuk merontokkan daun agar hutan menjadi gundul dan musuh dapat terlihat. Telah menyebabkan banyak kasus kematian akibat kanker dan bayi lahir cacat di Vietnam usai perang melawan Amerika, bahkan para veteran tentara Amerika pun banyak yang terkena kanker setelah terpapar dioksin.













    BalasHapus
  22. Baik dioksin maupun furan tidak mempunyai nilai komersial, senyawaan ini terbentuk secara tidak sengaja karena akibat aktifitas manusia, misalnya pada pembakaran sampah atau produk samping pada pembuatan pestisida seperti Pentachlorophenol (PCP). Pada proses pembakaran sampah, terutama jika sampah yang dibakar adalah material organik yang kompleks (lignin, kayu, kertas, plastik, dll) dengan adanya donor atom Klor (garam dapur/natrium klorida, asam klorida, senyawaan organik yang mengandung klor, plastik/PVC, dll). Campuran material tersebut jika dibakar pada suhu antara 400oC sampai dengan 600oC sangat berpotensi terbentuk dioksin, apalagi jika pembakarannya tidak sempurna, kekurangan oksigen dan pemanasannya tidak merata. Dioksin 98% terbentuk di fly ash (abu hasil pembakaran) dan bukan di asapnya. Tetapi jika suhu pembakarannya lebih besar dari 800oC (tidak perlu sampai 1500oC) maka dioksin akan hancur terurai membentuk karbon dioksida/CO2 , air/H2O dan asam klorida/HCl.

    Pada tahun 2000 lalu, WHO merekomendasikan bahwa jumlah dioksin yang diperbolehkan masuk ke dalam tubuh manusia per hari agar tidak menimbulkan bahaya (Tolerable Daily Intake) adalah 1 sampai dengan 4 pikogram ( 10-12 gram) per kilogram berat badan. Untuk mendeteksi dioksin adalah sangat sulit karena jumlahnya yang sangat kecil sekali sehingga diperlukan suatu instrumen yang sangat sensitif yaitu GCMS (Gas Chromatograph Mass Spectrometer)-High Resolution, bahkan di Indonesia tidak ada satu Laboratoriumpun yang kompeten untuk menganalisanya.

    BalasHapus
  23. Logam berat dan gas pembentuk hujan asam.

    Selain dioksin dan furan, incinerator juga merupakan sumber utama pencemar logam berat misalnya, mercury (Hg), timbal (Pb), kadmium(Cd), arsen(As), cromium(Cr) dan gas pembentuk hujan asam yaitu oksida nitrogen (NOx) dan oksida sulfur (SOx). Logam-logam berat tersebut pada proses incinerasi sangat mudah menguap, walaupun telah berbentuk oksidanya sifat racunnya hampir tidak berkurang. Misalnya mercury, merupakan racun yang sangat kuat menggangu sistem saraf, panca indera dan menurunkan kecerdasan, demikian pula pengaruh logam-logam berat lain pada umumnya.

    Oksida nitrogen (NOx) dan oksida sulfur (SOx) adalah gas pembentuk hujan asam, jika banyak terdapat diudara dan terjadi hujan maka airnya akan bersifat asam. Hujan asam ini dapat menyebabkan korosif pada bangunan/gedung , tanah menjadi tandus dan gatal-gatal jika terkena kulit, sedangkan gasnya sendiri dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pernafasan.


    Incinerator pada umumnya beroperasi pada suhu antara 400oC - 600oC (suhu yang sangat ideal bagi pembentukan dioksin), jika suhu operasi incinerator dinaikkan hingga lebih besar dari 800oC maka diperlukan biaya operasional yang besar, karena bahan bakar yang diperlukan juga banyak. Disamping hal tersebut peralatan incineratornya juga akan cepat rusak dan berkarat karena suhu tinggi, jika di dalam incinerator digunakan batu tahan api maka akan mudah pecah atau retak, sehingga biaya perawatan incineratornya akan sangat besar.


    1. Model Body Horizontal
    2. Pembakaran dengan Kompor Minyak tanah Atau Solar.
    3. Pengisian Manual
    4. Pengurasan manual
    5. Boros bahan Bakar
    6. Perawatan susah
    7. Kapasitas pengisian sedikit dan terbatas
    8. Tidak mampu melakukan pengisian dan pengurasan secara Otomatis.

    Banyak kaum industriawan pembuat incinerator yang membodohi kita, dikatakan incinerator buatannya sanggup membakar sampah pada suhu diatas 800 oC. Tetapi kalau kita amati dengan seksama, ternyata termometer pengukur suhu di tempatkan sedemikian rupa sehingga yang terukur adalah titik api pembakarnya dan bukan suhu gas buang hasil pembakarannya. Tentunya ini sangat ironis, karena pembentukan dioksin ada didalam gas buang hasil pembakarannya terutama di dalam fly-ash (abu terbang), sehingga persyaratan suhu tinggi diatas 800 oC adalah suhu bagi gas buangnya, bukan hanya suhu proses pembakarannya. Suhu tinggi ini harus tetap dapat dipertahankan ketika material baru sampah padat dimasukkan ke dalam incinerator. Biasanya ketika diberikan input baru sampah padat, maka suhu incinerator akan turun drastis, jika terjadi fluktuasi suhu maka incinerator tersebut merupakan penghasil dioksin.

    BalasHapus
  24. Ada pakar incinerator lain mengatakan, untuk mengurangi pencemaran dioksin pada emisi gas buang dari incenarator ialah dengan menambahkan filter yang modern. Perlu kita ingat bahwa filter khusus untuk dioksin harganya sangat mahal, dan secara berkala harus diganti karena cepat mampat dan jenuh, tentunya hal ini akan menambah biaya operasional incinerator. Tetapi yang menjadi permasalahan pokok adalah, setelah dioksin terkumpul di dalam filter mau dikemanakan ? mengingat dioksin adalah zat no 1 paling beracun di dunia.

    Di Jepang saat ini penggunaan incinerator untuk membakar limbah padat mulai dilarang, boleh digunakan tetapi dengan pengawasan ketat sambil menunggu teknologi penggantinya. Menurut berita dari www.asahi.com tertanggal 6-April 1999, bahwa Kementrian kesehatan dan kesejahteraan Jepang telah mensurvei 5886 industri yang mengolah limbahnya dengan incinerator, didapatkan 2046 industri terbukti menghasilkan dioksin, sehingga dari jumlah itu 1393 diperintahkan ditutup secara permanen, sedangkan sisanya 653 ditutup secara bertahap.

    Penggunaan incinerator adalah pemborosan, biaya untuk membeli sebuah incinarator berkisar dari beberapa ratus juta hingga beberapa milyar rupiah. Untuk mengoperasikannya jelas diperlukan bahan bakar yang cukup besar, belum lagi biaya perawatan yang luar biasa besarnya karena beroperasi pada suhu tinggi sehingga komponennya cepat rusak dan karatan.(Ingat kasus incinerator sampah di Kodya Surabaya yang hanya berumur beberapa bulan, padahal incineratornya buatan luar negeri yang dibeli dengan harga beberapa milyar dengan uang rakyat).

    Solusi.

    Mengingat bahaya dan kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan incinerator baik secara ekonomi sosial dan dampak perusakan lingkungan, maka perlu dipikirkan dan dikaji lebih mendalam dan seksama tentang penggunaan incinarator untuk pembakaran limbah padat.

    Kepada para pembuatan kebijakan atau instansi yang terkait, misalnya Kementrian Lingkungan Hidup agar membuat regulasi yang lebih ketat tentang incenerator jika perlu dilarang digunakan jika telah ditemukan teknologi penggantinya. Incenerator yang telah terlanjur beroperasi harus diawasi secara ketat dan diwajibkan menggunakan sistem pengolah emisi, baik gas buang maupun limbah cairnya, sehingga pencemaran lingkungan dapat ditekan seminimal mungkin.

    Dibalik kegagalan sistem incinerator yang telah ada, sebenarnya hal ini merupakan suatu peluang dan sekaligus tantangan bagi para peneliti di Indonesia, untuk saling berlomba dan mengembangkan ide. Sehingga dapat menciptakan suatu sistem pengolah sampah yang inovatif dengan teknologi yang lebih maju, efisien, tidak boros energi, biaya perawatannya murah dan terutama ramah lingkungan.

    BalasHapus
  25. Salam hangat Pak Salikun,
    Semoga Allaah membalas kebaikan bapak dengan balasan yang berlipat ganda serta barokah ilmunya.
    Kalau boleh saya dikirimi gambar desain dalam tungkunya Pak, saya masih penasaran dengan penempatan besi-besinya itu. matur suwun
    mamansarman@yahoo.com
    sarmanmaman@gmail.com

    BalasHapus