Rabu, 18 Desember 2013

PERSOALAN SAMPAH TERATASI 100%

1. Dari jumlah sampah bisa (10-100 truk) hanya dianggap dua bagian saja.
2. Masing - masing bagian : sampah yang masih bisa dimanfaatkan kembali, saya biarkan sudah teratasi dengan sendirinya alias para pemulung tanpa kita undang pasti datang, itu hak dan rizki pemulung.
Bagian sampah kedua : yang kondisinya basah, busuk, berbau yang sangat menjijikan itu sasaran kita untuk ditangan dan diatasi. Karena kalau tidak, sampah yang demikian sangat menjadi permasalahan yang tidak baik, yang kita semua tahu ada dimana-mana dan resiko lainnya tanpa sengaja masukk sungai ikut aliran air, tak hayal lagi/mesti terkumpul ke laut yang dalam. Banyak pemberitaan tentang laut/pantai yang tadinya indah  tercemari banyak sampah dan sebagainya. 
3. Untuk apakah sampah yang tidak dapat dimanfaatkan tersebut yang nyata-nyatanya menjadikan suasana tidak baik? Jawabnya saya kira yang tepat adalah dimusnahkan, namun bukannya hanya musnah saja yang ternyata berubah bentuk dari yang tidak dapat dimanfaatkan menjadi abu yang nyata-nyatanya sangat bisa dimanfaatkan.
4. Dalam mencari solusi untuk pemusnahan sampah tersebut yang kondisinya selalu basah dan busuk memang tidak mudah, apalagi juga perlu memikirkan dampak-dampak negatif lainnya, untuk itu saya upayakan dibakar tanpa dengan bahan bakar apapun, dan cara ini sudah dapat menghilangkan dampak negatif bila dibanding dengan bahan bakar misalnya minyak dan sebagainya. Selain itu juga mengecilkan biaya opersionalnya, termasuk dalam membuat alat bakarnya berbentuk tungku yang terbuat dari tembok dengan memperhatikan ketinggiannya agar asap tidak berpengaruh pada lingkungan sekitar.
Dengan tanpa bahan bakar bahkan jenis apapun saya pergunakan / buatkan alat yang fungsinya untuk dapatnya membakar sampah berlanjut dalam kondisi apapun, hujan sampah berair sekalipun dapat terbakar. ini sudah saya lakukan dimana dalam membantu para warga dalam mengatasi sampah yang ada dilingkungannya (dapat melihat pada beberapa postingan di blog yang sama).
5. Hasil bisa dibilang positif, dari sebelumnya sampah berceceran, bertumpuk  beralih menjadi bersih memenuhi idaman setiap warga  juga kelompok warga. Pemusnahan dengan cara dibakar dalam tungku yang                                                                         tidak terbuka hasil pertimbangan lebih baik dibanding sampah berceceran dan bertumpuk-tumpuk dimana-mana.
6. Dalam proses penanganan sampah sebagaimana tersebut diatas jelaslah bahwa sampah berapapun-dimanapun telah teratasi sebagaimana judul diatas (PERSOALAN SAMPAH TERATASI 100%)
7. Demikian para pembaca yang kebetulan ada tugas  / tanggungan atas sampah untuk diatasi saya sangat terbuka dan sebagaimana ada beberapa tempat sudah saya bantu dalam pembuatannya. - MBAH SALIKUN.
INFO : Beberapa pembuatan pada bulan Nopember dan Desember 2013 : Cibubur-Majalaya Bandung- Blitar Sekolahan (SMAN)- Ngoro Mojokerto (Pabrik) - Ponpes Bandung Kota - Jakarta serta beberapa tempat di Cikarang. 

Senin, 25 November 2013

Mengelola Sampah Secara Efektif


Saat awal pembuatan tungku di Majalaya, Bandung
Dilanjutkan dengan pembangunan tungku di daerah Bandung, Jawa Barat, serta menyusul di salah satu SMA Negeri di Blitar. Tak hanya itu, minat masyarakat ditunjukkan dengan pesanan yang membanjir, seperti untuk kawasan industri di Ngoro, Mojokerto, Jakarta, Bekasi dan Bandung. Menurut Salikun, semua order pemesanan itu ia layani, meski harus bergantian. " Jadwal berikutnya akan kita kerjakan, tapi ya harus menunggu, karena saya juga masih mengerjakan lainya terlebih dahulu," katanya.


Tungku yang sudah jadi
Selanjutnya, abu sisa pembakaran bisa dimanfaatkan kembali untuk keperluan lainya. Demikian juga dengan sampah anorganik. Mulai dari yang basah hingga kering, semuanya mudah teratasi dengan tungku pembakaran Salikun. Karena efektifitas inilah, tungku buatan Salikun semakin banyak diminati.  Contohnya, di SMA Negeri 2 Depok, yang baru selesai pembuatanya dan pondok pesantren di kawasan Bogor Barat, serta di lokasi wisata Cibubur yang hingga dua kali melakukan pemesanan.

Pengelolaan Seratus Persen Berhasil 
Pengelolaan sampah dengan menggunakan tungku buatan Salikun, masih tetap menyisakan manfaat. Salah satu contoh adalah sebelum proses pembakaran. Sampah yang masih dimafaatkan terlebih dahulu dipilah-pilah untuk dikumpulkan dan dijual kembali. Selanjutnya, setelah proses pembakaran, abu sisanya bisa dimanfaatkan kembali untuk penyubur tanah. Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan sampah dan lingkungan berhasil seratus persen. 

Tungku yang sudah jadi dan siap diuji coba




Bagaimanakah mengelola sampah secara efektif ? Tentu saja, dengan prosedur yang benar, secara singkat dan efisien. Konsep ini juga yang tengah dikembangkan Salikun dengan tungku sampahnya. Dengan tungkunya, Salikun mampu mengelola sampah organik maupun anorganik secara efektif dan efisien. Untuk sampah organik misalnya, dengan pembakaran yang dilakukan oleh Tungku Salikun, sampah dengan mudah musnah dan hanya menyisakan abu.
Saat uji coba tungku yang belum menggunakan pintu