Selasa, 07 Juni 2011

Teknologi Rakus Sampah

Pada prinsipnya, pembakaran sampah yang dilakukan tungku Salikun tak jauh berbeda dengan pembakaran sampah konvensional. Sama-sama dibakar, jadi abu, selesai. Perbedaanya, pembakaran dalam tungku Salikun lebih mudah, efisien dan optimal.
Mudahnya, pembakaran yang dilakukan tak memerlukan waktu lama. Hanya dengan sekali menyalakan api, tumpukan sampah dalam tungku terbakar habis. Berbeda dengan cara konvensional yang membakar sampah langsung pada tempatnya. Dalam tungku Salikun, api dengan mudah menyala saat dinyalakan dari lubang kecil pembakaranya.

Hembusan angin tak begitu mempengaruhi api saat memantiknya dari lubang kecil dibawah tungku. Dengan api kecil sekalipun, sudah langsung merembet ke tumpukan sampah yang berada di dalamnya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah, efisiensi. Pembakaran yang dilakukan tungku salikun sama sekali tidak membutuhkan bahan bakar. '' Sampah itu bahan bakarnya, '' ungkap Salikun.
Meski efisien bahan bakar, namun pembakaran tetap optimal. Ini seperti proyek tungku yang baru diselesaikan oleh Salikun, milik SMPN 1 Kemlagi, Kabupaten. Tungku yang dibuat berukuran 180 X 180 X 500 Cm, bisa melumatkan sampah hingga 2 gerobak per hari. Hanya dengan 1 tungku saja, sekolah pemiliknya justru kekurangan sampah untuk dibakar.
'' Sehari tungku ini bisa membakar 2 hingga 3 gerobak sampah. Ini teknologi rakus sampah, '' katanya.

9 komentar:

  1. cara seperti ini sangat mudah sekali mengatasi seberapa banyaknya sampah,tiga gerobak sampah jenis apa saja,basah/busuk yg.sudah dimasukkan tungku(rakus sampah)disulut api cukup dengan secarik kertas dimasukkan kedalan lobang penyulutan api lansung menyambar seluruh sampah yg.ada didalam,musnahlah sampah yg.dikumpulkan selama tiga hari dengan cukup waktu tidak lebih satu jam,habatkan,tinggal yg.mau dan betul-2 niat mengatasi sampah jaminan PASTI teratasi.Hub.saya bila ada minat,saya siap membantu membuatkan.OK.

    BalasHapus
  2. Dusun Demang Kec Dlanggu itu dimana ?
    kurang lengkap infonya, ini dibaca seluruh dunia, bukan hanya tetangga desa saja...

    BalasHapus
  3. Dsn.Kademangan,Ds./Kec.Dlanggu,Kab.Mojokerto,Jatim.ya mhn.maaf,untuk yg.bertanya,tetapi di blog ini ada no.Hp.seperti yg.lain banyak skali menghubungi saya dari berbage kota di Pulau Jawa sampek wil.Serang minta saya bantu pembuatannya dan setelah sepakat saya bantu pembuatannya sejak itu sekarang dan kedepan TIDAK ADA PERSOALAN DENGAN SAMPAH KARENA SUDAH TERATASI.

    BalasHapus
  4. Pak.Salikun yg.sy.lihat di delanggu seperti bukan gambar yg.diatas,dan gambar diatas itu dimana tolong biar lengkap untuk sy.lihat juga dibeberapa tempat sebagean sudah sy.lihat semua yg.sy.lihat bagus bisa mengatasi sampah ditempat itu,karena dibeberapa sekolahan akan mengadakan tungku sampah seperti itu,dan sy.mohon untuk pak Salikun tidak keberatan untuk membuatkan,wassalam Hari setiawan.

    BalasHapus
  5. Bpk.Hari setiawan,gambar diatas itu ada di SMP Negri I kembali dan SMP PGRI juga kemlagi Kab.Mojokerto,saat diambil gambarnya memang belum seleseibagian luarnya sedangkan di dalamnya sudah keroyo-royo perlu dicoba dan percobaan pun sudah terrgambarkan bahwa bisa mengatasi persoalan sampah yg.ada.Pak.Hari setiawan saya tambahkan,bahwa ditempat-tempat yg.saya bantu pembuatan alat pemusnah sampah ini,sebenarnya sudah ada alat lain,tetapi semuanya ULANGI semuanya tidak ada satu pun yg.berhasil mengatasi sampah-sampah yg.ada ditempat itu,dengan hadlirnya alat pemusnah sampah buatan saya tsb.betul-betul seberapa banyaknya sampah,kondisi basah busuk skalipun teratasi.

    BalasHapus
  6. Kalo pembakaran sdh.berhasil tapi di gambar itu terlihat begitu asapnya,berarti kan itu namnaya kendala yg.jadi perhitungan juga sebage dampak yg.kurang sehat,pertanyaan saya apakah dan bagemana dengan dampak asap itu dan itu merupakan pengaruh lingkungan kan ?

    BalasHapus
  7. Memang pembakarannya sudah jelas sangat berhasil,soal asap saya kira tidak bisa lepas,tinggal kita atur gimana caranya tidak sampek mengganggu,tentunya pengembangan demi pengembangan lebih kita perhatikan dan ditingkatkan,jadi tidak harus menyerah hanya karena dampak asapnya,tentu ada jalan keluarnya yg.masih banyak.Seperti pd.gambar diatas adanya asap,perlu anda ketahui,itu ledakan yg.tanpa sengaja,tanpa diketahui adanya kaleng cat masih terisi penuh tertutup rapat terkena bakaran dan panas meledak dlm.tungku.Kejadian-2 seperti itu tidak akan saya sembunyikan,dari pada menampilkan yg.baik-baik pada kenyataannya tidak baik,banykkan begitu ?.

    BalasHapus
  8. Maju terus Pak, kalau bisa dari panas pembakaran sampah bisa dihasilkan energi untuk pembangkit listrik agar kita bisa mandiri energi. Salam inovatif

    BalasHapus
  9. Mbah Sholikun,
    Apakah sampai saat ini bapak masih aktif membuat alat pembakar sampah?
    Kalau di daerah Semarang dan sekitarnya dimanakah saya dapat melihat proses alat pembakar sampah tersebut secara langsung?

    Terima kasih atas informasinya.

    BalasHapus